Kita mungkin pernah berpikir tentang hacking dan keamanan yang ada di komputer seperti apa yang di gambarkan dalam film-film Hollywood. Lalu sejauh mana tentang kebenaran yang ditampilkan oleh Hollywood tentang hacking, apakah hanya dilebih-lebihkan untuk menaikan nilai jual.
Berikut adalah 5 mitos yang digambarkan oleh film-film Hollywood tentang hacking komputer.


1. Tentang tampilan citra grafis
Hollywood jelas menyukai sesuatu yang spektakuler yang pasti sangat dilebih-lebihkan yang tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya tentang keamanan komputer. Sebagai contoh, tampilan layar hacking yang melekat nampak terlihat grafis aneh yang nampak di layar komputer. Dari grafis tertawa, tengkorak, simbol matriks hijau seperti mengeluarkan cahaya atau sistem manajemen file 3D yang dirancang agar terlihat seperti lokasi Jalanan kota di Manhattan. Itu adalah gambaran yang ditampilkan oleh Hollywood tentang hacking.
Namun pada kenyataannya sangat lebih membosankan. Jenis grafis yang terlihat sangat mengesankan, sebenarnya sebuah proses yang tidak perlu. Citra grafis yang ditampilkan Hollywood  membuat cara kerja hacker terkesan sangat menarik. Lalu apa yang sebenarnya tampil di monitor selama "sesi hacking", tampilan grafis tidak jauh berbeda dengan apa yang Anda lihat sekarang di layar komputer. Sebuah web browser, atau aplikasi yang hampir sering terlihat di perangkat lunak berbasis desktop modern.
Sistem berkas manajemen hanya menampilkan folder dan nama file. Yang pasti tidak ada karakter yang melompat sambil mengejek  yang tampil di layar monitor Anda ketika Anda mendapati bahwa seseorang telah menguasai mainframe.
Seperti dalam film Hacker yang beredar pada tahun 1995, film itu mengisahkan tentang sekelompok hacker yang merasa lebih unggul dalam hal pengetahuan yang faktanya sangat berbeda dari kenyataan yang sebenarnya.

hackers.jpg


2. Hacker oddballs maladjusted mengincar untuk menciptakan kekacauan.
Mitos ini sebenarnya adalah gabungan dari dua mitos. Yang pertama, hacker oddballs yang terlihat aneh dengan rambut panjang yang berminyak, berkulit hijau dan tinggal bersama orang tua di bawah tanah. Yang satunya lagi adalah bahwa mereka sekelompok hacker radikal yang mengintai untuk menciptakan kekacauan dan menargetkan pemerintah.

3616312338.jpg

Mungkin beberapa hacker ada yang sesuai dengan stereotif itu, namun sebagian sangat berbeda dengan fakta yang sebenarnya.
Pertama, apa yang ditampilkan oleh Hollywood tidak cukup bukti yang menunjukan bahwa mayoritas hacker atau penjahat cyber bekerja secara individu, terutama maladjusted. Beberapa orang yang telah ditangkap di masa lalu memiliki ciri-ciri anti-sosial tertentu, mayoritas mereka sama seperti layaknya manusia biasa sebagai makhluk sosial yang normal, cerdas, bekerja, dan bahkan memiliki pasangan hidup. Dan yang pasti mereka tidak hidup di ruang bawah tanah.
Kedua, tujuan utama hacker di luar sana tidak untuk mencatat sebuah otoritas, membuktikan keberadaan teknologi alien ataupun membuat situasi menjadi rusuh dan tidak terkendali.
Tidak dapat dipungkiri bahwa ada hacker yang termotivasi  oleh keserakahan. Inilah penyebab beberapa hacker mencoba mencuri data pribadi Anda, menguras habis rekening bank Anda dan menginstal malware pada komputer Anda. Apakah mereka penjahat? ya, tapi mereka tidak menciptakan anarkis.
Disisi lain banyak hacker dikenal sebagai hacker "topi putih", yang bekerja untuk meneliti keamanan komputer dengan menguji sistem kerentanan dan mereka akan melaporkan temuannya. Mereka bekerja menggunakan jas dan dasi, bekerja secara tim dan keberadaan mereka sangat vital untuk melindungi keamanan sebuah sistem yang rentan di curi oleh hacker lain.
Dalam film Cyber yang di rilis pada tahun 2014, menceritakan tentang peretasan komputer tingkat tinggi hingga menyebabkan meledaknya sebuah pabrik nuklir.

images?q=tbn:ANd9GcRtpLDPvPT_7Q6xIsW5ueI

3. Semua hacking adalah penjahat dan berkelakuan buruk.
Istilah hacker aslinya adalah seseorang yang membuat program software. Istilah itu mengadopsi dari sistem komputer awal  yang mencoba untuk menyempurnakan sistem yang ada dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan sesuatu yang ilegal. Pada kenyataanya Hollywood telah mengubah paradigma awal tentang hacker. Sekarang hacker dipandang sebagai orang yang selalu mencoba untuk masuk untuk mencuri data dengan alasan kejahatan.
Seperti dalam film War Games yang dirilis pada tahun 1985, yang menceritakan tentang permainan komputer yang akhirnya menyebabkan perang nuklir.

i_wargames.jpg

Hacker sebenarnya bertugas untuk menguji sistem untuk memperbaiki kerentanan yang akhirnya akan menyempurnakan sistem pertahanan. Tugas hacker untuk melindungi sistem sebuah perusahaan dari bug ataupun para penjahat cyber yang mencoba menembus pertahanan data perusahaan. Tanpa hacker, sebuah perusahaan akan rentan untuk diserang penjahat cyber.


4. Hacker super cerdas dan memiliki kode ajaib
Di Hollywood, hacker digambarkan memiliki kemampuan ajaib, mampu memecahkan semua kode rahasia  dan dapat mengambil fitur keamanan orang lain untuk dimasukan kedalam sistem mereka.
Seperti dalam film Takedown yang di rilis pada tahun 2000, yang menceritakan seorang Agen Federal yang mampu masuk kedalam sistem komputer yang sangat banyak hingga tidak terhitung jumlahnya. Hanya dengan menggunakan gadget canggih, dapat mencuri akses informasi yang sensitif dan juga sangat berharga.



Takedown-2000-Front-Cover-17653.jpg

Pada kenyataannya, di dunia nyata semua itu tidak mungkin terjadi. Mereka yang mencoba masuk kedalam sistem komputer harus melalui jalur teknis dan menghabiskan waktu berjam-jam setiap harinya dengan kelemahan yang dimiliki. mereka sangat diandalkan untuk melakukan pekerjaan dalam menciptakan kode revolusioner yang dapat membatasi mereka masuk kedalam akses jaringan.
Mereka dikenal sebagai hacker garis keras, mereka akan mencoba mengetuk pintu ribuan kali hingga mereka menemukan cara khusus untuk membuka pintu secara paksa.


5. Tentang coding
Mitos yang paling terkenal tentang hacker adalah tentang gambaran mereka dan apa yang mereka lakukan.
Ketika seorang hacker muncul dalam sebuah film, mereka nampak selalu mampu untuk memecahkan algoritma coding dan terlihat mengetik dengan keadaan panik tidak terlihat tenang, diliputi perasaan kuatir jika tidak dapat mengakses mainframe database atau bypass  firewall enkripsi. Sebenarnya seorang hacker tidak seperti itu, sama sekali berbeda.
Seperti dalam film The Matrix yang pertama kali di rilis pada tahun 1999, yang menceritakan tentang seorang hacker bernama Neo yang mampu memecahkan banyak kode rahasia dalam melawan kelompok pemberontak yang mencoba menyerang program-program komputer.

matrix-reload.jpg

Dalam beberapa kasus, hacker harus memiliki kemampuan pemprograman yang sangat baik, dan banyak orang mampu mengetik dengan cepat. Tapi apa yang ditampilkan Hollywood sangat jauh dari kemampuan hacker yang sebenarnya.
Sekarang ini hacking biasanya tergolong menjadi dua kategori yang berbeda, rekayasa sosial dan tuntutan akan sebuah kebutuhan.
Rekayasa sosial sama sekali bukan tentang teknis coding. Bahkan Anda tidak perlu mengetahui tentang program secara menyeluruh, meskipun memiliki pengetahuan teknis yang sedikit,  namun bagaimana caranya pengetahuan yang dimiliki dapat berguna. Sosial engineering adalah tentang belajar bagaimana caranya untuk mengakses informasi dengan memanfaatkan orang-orang, atau bersifat manusiawi. Sistemnya dengan cara menipu orang untuk menyerahkan informasi, atau memberikan akses  ke dalam hal- hal atau tempat-tempat yang tidak perlu untuk memiliki akses masuk.
Hacking pada sisi lain memiliki kerentanan sedikit lebih teknis, tapi biasanya menggunakan alat dan aplikasi yang telah di program terlebih dahulu. Alat dan program yang digunakan untuk layanan tertentu dengan mengklik 'Go', lalu kemudian akan mencoba mencari kelemahan untuk diketahui. Dan sementara program sedang bekerja, hacker akan mengambil secangkir kopi sambil menunggu proses program yang sedang berjalan. Ya, tidak seperti yang Anda bayangkan dalam film-film Hollywood.
Itulah fakta realitas versus mitos film Hollywood. Kita bisa memahami mengapa di Hollywood banyak menggambarkan sesuatu dengan cara yang cukup konyol. Walaupun apa yang ditampilkan dalam semua film Hollywood adalah tidak nyata, namun tidak dipungkiri bahwa apa yang mereka suguhkan menjadi doktrin bagi para penontonnya untuk mempercayai semua yang ada dalam setiap adegan hingga merubah paradigma yang sebenarnya.
Sumber : Techexplained.net & Indonesianreport.com
Bajingan Terhormat

Bajingan Terhormat

Terima Kasih Telah Mengunjungi Website Bajingan Terhormat, Kami sangat Menghargai Antusias anda dalam mengunjungi Website Kami Semoga Bermanfaat Untuk Pembaca Sekalian, Ikuti Juga Official Facebook Fanspage Kami Dengan Mengunjungi Link Facebook FanspageKami, Atau Anda Juga Bisa Menggunakan QR Code di Samping..

Post A Comment:

0 comments: